Minggu, 04 Mei 2014
Elegi Malam Musim Panas
Terbuka mata dari tidur tak tenang
ketika peluh bertebaran di badan
udara panas terasa liar menghadang
akupun terbangun dengan hati sedu sedan
ya Rabb, hening sepertiga malam membuat hati ini tenggelam,
menikmati sepinya Kairo dalam diam.
dan suara hati ini sudah tak tertahankan..
ketika ku pandang pekat langit malam-Mu..
kudapati hatiku sakit, menangis terisak.
macam maksiatku lebih hitam pekat dari gelap malam-Mu,
dosa sepanjang hidupku masih lebih luas dari langit-Mu yang terhampar luas.
Lalu pandang terhalang bintang..
terlihat hitamnya langit malam terasa indah ketika cahanya melintang..
dan suara hati ini menjadi berharap, seketika terucap lantunan do'a,
wujudkan elegi malam di awal musim panas..
sembari ku menunggu siluet subuh jelas ..
masih ku ingat jajaran ayat-Mu untuk aku si pemaksiat
dan..
membuatku sadar ketika luasnya gelap malam..
terdapat cahaya bintang..
maka luasnya maksiat dan gelap dosa yang telah diperbuat..
ku harap ada ampunan..
karna ku yakin,,
cahaya kasih sayang-Mu tersebar pada lebar langit malam
besar ku berharap, elegi hati ini terdengar oleh Engkau..
Sang Maha Pendengar doa hamba-nya yang penuh rasa berdosa..
Abbasea, Madinat El-bu'uts, Kairo
03:49 Subuh
(beberapa syair di-postkan di twitter penyair)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar