2010
Vera : Pagiku
diawali oleh senyummu
Siangku
dicerahi oleh candaanmu
Malamku
ditemani oleh suaramu
Kau
pintar membuat hatiku terpaku menjadi tak ragu
Kau
tahu aku semakin tenggelam dalam lautan cintamu ?
Tapi
ku hanya menatap kau malu-malu
Membuat
dirimu selalu meragu, apakah aku mencintaimu ?
Hari,
bulan, tahun langkahku menyertaimu
Lambat
laun kau tahu apa arti tatapanku yang malu-malu itu
Dan
kini, aku dihadapanmu, mengapa matamu yang menatapku malu ?
Brian : Aku
sungguh tak mengerti akan dirimu
Mengapa pagi,
siang, malam aku selalu ingin berada di dekatmu ?
Sudah ku
lantunkan kata rindu, selalu saja kau hanya menatapku malu
Malu dan tersirat
tatapan ragu ketika cintaku datang menemui hatimu
Tapi aku tahu
dari awal ku bertemu denganmu..
Sukses kau
selalu membuat diri ini penasaran akan dirimu
Hari, bulan,
tahun langkahku menyertaimu
Lambat laun ku
tahu apa arti tatapanmu yang malu-malu itu
Dan kini, aku dihadapanmu, mengapa mataku yang menatapmu
malu ?
Fazy : Vera,
nama yang perlahan mulai terpahat di hatiku
Ku tahu dirimu,
ku tahu hampir semua tentang dirimu
Namun kau hanya
tahu sekilas tentang diriku
Hanya sebentar
pernah menyapaku
Tanpa kau tahu …
Sebenarnya aku
mengagumi dirimu, dirimu yang tersenyum bukan padaku
Ya, bukan padaku
tetapi pada temanku
Lambat laun
perasaan ini semakin tumbuh, tersiram oleh kerinduanku padamu
Dan diri ini
hanya bisa menunggu, ketika ku tahu kau menaruh hati pada temanku
Kau tahu, aku
tetap menunggu, walaupun jemu kadang menghampiriku
Hari, bulan,
tahun langkahku ternyata semakin jauh darimu
Dan
kini, aku hanya bisa mengingat senyummu dari jarak yang sangat jauh
Akankah waktu
membawamu kesini, agar bisa kembali ku tatap wajahmu ?
2014
Vera : Brian,
nama itu sudah ku kubur dengan segala kenangan tentang kita
Tak ada lagi
tatapan diantara kita, tak ada lagi terucap kata cinta
Waktu membawa
kita bagaikan insan yang tak pernah jumpa
Ku
coba tak pernah lagi mengenal cinta pada manusia
Mulai perlahan
ku benahi diri, tak mengulang kesalahan yang sama
Sadar,
seharusnya aku mencinta kepada Sang Maha Pemberi Cinta
Dan ternyata
jarak semakin memisahkan kita, jauh terasa
Namun, ku kira,
jarak tak akan membuatku kembali jatuh mencinta
Ketika seseorang
dari jauh selalu menunggu, datang menyapa
Mengapa hati ini
luluh ketika orang itu ingin menyerahkan cincin tanda cinta
Apakah dia
seseorang yang tertulis untukku oleh-Nya ?
Tapi, mengapa
nama Brian tak dapat hilang sirna dalam jiwa ?
Fazy : Aku
tak percaya waktu mempertemukanku dengan Vera
Jarak yang kini
jauh, sangat dekat terasa
Ku bisa menatap
kembali wajahnya tanpa ada temanku disampingnya
Aku mantapkan
diri, maju menyuguhkan cinta yang sudah lama terasa
Kali ini aku
tidak bisa berlama, aku harus meyakinkan diri membuktikan cinta
Aku
akan datang, bertandang kepada orang tuanya ucapkan cinta kepada anaknya
Tak kusangka,
Vera dengan mudanya menerima ketika ku
serahkan cincin untuknya
Ah, ku tahu
rencana-Mu sunggguh indah setelah lama kupendam rasa
Aku tinggal
berusaha, menuju tahap selanjutnya
Menunggu kata
setuju dari orang tuanya
Dan membuat
orang lain menyingkir dari rasa suka padanya
Brian : Kau
tahu bagaimana kita harus memutuskan berpisah untuk kebaikannya ?
Ya, untuk
kebaikanku dan Vera
Aku tak ingin
mengganggu dirinya yang semakin baik perangainya
Tak ada yang
tahu, ketika waktu dan jarak menjauhkan diriku dan dirinya
Hati kecilku
sangat merindu, ingin bertegur sapa, memandang wajahnya
Dan kau tahu bagaimana
hati menahan cinta yang terpendam dalam jiwa ?
Dan hati ini tak
bisa tenang, pikiranku penuh memikirkannya
Ketika ku dengar
kau akan di lamar oleh dia, teman lama kita..
Semalaman ku tak
bisa tidur, kenangan terbayang tentang cerita cinta kita
Aku mencari
tahu, apakah berita itu benar adanya ?
Hati ini semakin
tak terima ketika memang, kau akan di lamar olehnya..
Haruskah ku
ungkapkan kembali, ataukah semakinku pendam cinta yang menyala ?
Dan kini aku
bingung, aku harus apa ?
Dan, aku .
Bukanlah
Vera, Brian dan Fazy.
Hanya yang
mengetahui kisah yang tak terungkap fakta
Dan aku bingung,
harus bagaimana untuk kebaikan kalian bertiga ?
Ah, aku
tahu, akan ku tanyakan kepada Sutradara penulis skenario diantara kalian…
Madinat
El-Bu’uts
03 :55
Subuh
0 komentar:
Posting Komentar