Sabtu, 05 Oktober 2013

Kekuatan ‘Tangan tersembunyi’ VS Kekuatan Remaja Islam Pada Era Globalisasi


Kekuatan ‘Tangan tersembunyi’ VS Kekuatan Remaja Islam Pada Era Globalisasi

‘Remaja’ merupakan kata yang sangat akrab di telinga kita bahkan, sudah kita ketahui bahwa mereka adalah tunas harapan bangsa di masa depan kelak. Begitupun dalam agama Islam yang pada era globalisasi saat ini sangat membutuhkan peran dari para remaja Islam. Peranan remaja Islam dalam bangsa ini adalah  untuk mewujudkan harapan bangsa yang sangat diidam-idamkan leluhur yaitu, terwujudnya ‘balaadun aaminun’ yang berarti adalah negeri atau bangsa yang aman dan sesuai dengan agama Islam.
Tapi, ironis sekali realita yang kita lihat pada  era globalisasi saat ini. Pengharapan leluhur akan terwujudnya sebuah Negara yang aman dan sesuai dengan agama Islam, lambat laun padam seiring perkembangan zaman. Para remaja yang dikira akan menjadi penghidup cahaya harapan tersebut kini berbalik peran menjadi pemadam cahaya harapan. Remaja yang semula dikira akan berani membangun harapan tersebut kini dengan angkuhnya menginjak-injak harapan tersebut bahkan acuh tak acuh dan merusak segalanya. Realita yang menunjukkan buktinya, betapa banyak kita jumpai para remaja tidak menggunakan segala sesuatunya dengan baik, bahkan mereka tidak menggunakan potensi dasar yang terdapat di dalam dirinya sendiri dengan baik. Contoh, banyak dari remaja yang tidak dapat menjaga fisiknya seperti minum minuman keras dan juga  ada yang tidak dapat menjaga ruhani atau keimanannya sehingga terjadilah hamil di luar nikah dan tidak sedikit perbuatan tersebut dilakukan oleh umat islam sendiri. Dari situlah kita seharusnya mengambil sebuah pembelajaran bahwa ternyata kekuatan remaja islam perlahan mulai runtuh dan dikhawatirkan tak bersisa.
            Pertanyannya, siapakah ‘tangan tersembunyi’ dibalik runtuhnya kekuatan remaja Islam pada zaman ini? ‘tangan tersembunyi’ yang mempunyai andil yang cukup besar dalam meruntuhkan pilar kekuatan remaja islam. Dia mempunyai intelektualitas yang tinggi dan berambisius agar dunia atau seluruh bangsa berada di genggamannya, di bawah kekuasannya. Dia menyerang remaja islam dengan tiga aspek yaitu, Fun (kesenangan), Food (makanan) dan Fashion (penampilan).  Mereka, para ‘tangan tersembunyi’ sangat cerdik membodohi para remaja islam melalui tiga aspek tersebut. Yaitu, dengan pintarnya mereka membuat seolah-olah hitam adalah putih, bahwa suatu keburukan mereka sulap seolah-olah menjadi suatu kebenaran yang seharusnya kita tahu bahwa, kebenaran yang datang dari ‘tangan tersembunyi’ tersebut adalah dusta yang besar karena sangat menyimpang dari pendoman Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.
            Seharusnya remaja islam sadar bahwa kekuatan ‘tangan tersembunyi’ tersebut akan mencapai puncaknya. Karena mereka menginginkan kekuatan remaja islam melemah. Tetapi sebagian besar remaja islam seolah-olah menutup mata, telinga dan hati nurani mereka dengan fenomena tersebut, remaja islam tidak sadar bahwa mereka telah diperbudak oleh ‘tangan tersembunyi’ secara mental dan spiritual jika bukan secara fisik. Terbukti dari gaya hidup remaja islam yang sudah menyimpang dari apa yang telah disyari’atkan dalam Islam. Sebagian remaja islam sibuk dengan dirinya sendiri tanpa memikirkan apalagi merealisasikan harapan para leluhur.
            Jadi,seharusnya kita menyadari adanya pertarungan yang nyata pada zaman ini, ada dua kekuatan yang bertarung di dunia ini yaitu kekuatan ‘tangan tersembunyi’ dengan kekuatan remaja islam. Siapakah ‘tangan tersembunyi’ tersebut ? Mereka adalah suatu kaum yang pintar sekali berakting menjadi teman padahal sebenarnya mereka adalah musuh para remaja islam. Mereka ingin menguasai seluruh bangsa dan dunia karena mereka sebenarnya sangat takut akan potensi kekuatan remaja islam yang apabila kuat akan menguasai dunia dan menjadikan seluruh bangsa sesuai dengan agama Islam. Tapi pada zaman ini, era globalisasi ini, yang manakah menurut kalian diantara dua kekuatan tersebut yang sedang naik ke puncak kemenangan dan siapa yang perlahan turun menuju titik kegagalan ? Jawabannya terdapat dalam realita sekarang ini.






           




0 komentar:

Posting Komentar