Kekuatan ‘Tangan tersembunyi’ VS Kekuatan
Remaja Islam Pada Era Globalisasi
‘Remaja’
merupakan kata yang sangat akrab di telinga kita bahkan, sudah kita ketahui
bahwa mereka adalah tunas harapan bangsa di masa depan kelak. Begitupun dalam
agama Islam yang pada era globalisasi saat ini sangat membutuhkan peran dari
para remaja Islam. Peranan remaja Islam dalam bangsa ini adalah untuk mewujudkan harapan bangsa yang sangat
diidam-idamkan leluhur yaitu, terwujudnya ‘balaadun aaminun’ yang berarti
adalah negeri atau bangsa yang aman dan sesuai dengan agama Islam.
Tapi, ironis
sekali realita yang kita lihat pada era
globalisasi saat ini. Pengharapan leluhur akan terwujudnya sebuah Negara yang
aman dan sesuai dengan agama Islam, lambat laun padam seiring perkembangan
zaman. Para remaja yang dikira akan menjadi penghidup cahaya harapan tersebut
kini berbalik peran menjadi pemadam cahaya harapan. Remaja yang semula dikira
akan berani membangun harapan tersebut kini dengan angkuhnya menginjak-injak
harapan tersebut bahkan acuh tak acuh dan merusak segalanya. Realita yang
menunjukkan buktinya, betapa banyak kita jumpai para remaja tidak menggunakan
segala sesuatunya dengan baik, bahkan mereka tidak menggunakan potensi dasar
yang terdapat di dalam dirinya sendiri dengan baik. Contoh, banyak dari remaja
yang tidak dapat menjaga fisiknya seperti minum minuman keras dan juga ada yang tidak dapat menjaga ruhani atau
keimanannya sehingga terjadilah hamil di luar nikah dan tidak sedikit perbuatan
tersebut dilakukan oleh umat islam sendiri. Dari situlah kita seharusnya
mengambil sebuah pembelajaran bahwa ternyata kekuatan remaja islam perlahan
mulai runtuh dan dikhawatirkan tak bersisa.
Pertanyannya,
siapakah ‘tangan tersembunyi’ dibalik runtuhnya kekuatan remaja Islam pada
zaman ini? ‘tangan tersembunyi’ yang mempunyai andil yang cukup besar dalam
meruntuhkan pilar kekuatan remaja islam. Dia mempunyai intelektualitas yang
tinggi dan berambisius agar dunia atau seluruh bangsa berada di genggamannya,
di bawah kekuasannya. Dia menyerang remaja islam dengan tiga aspek yaitu, Fun
(kesenangan), Food (makanan) dan Fashion (penampilan). Mereka, para ‘tangan tersembunyi’ sangat
cerdik membodohi para remaja islam melalui tiga aspek tersebut. Yaitu, dengan pintarnya
mereka membuat seolah-olah hitam adalah putih, bahwa suatu keburukan mereka
sulap seolah-olah menjadi suatu kebenaran yang seharusnya kita tahu bahwa,
kebenaran yang datang dari ‘tangan tersembunyi’ tersebut adalah dusta yang
besar karena sangat menyimpang dari pendoman Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.
Seharusnya
remaja islam sadar bahwa kekuatan ‘tangan tersembunyi’ tersebut akan mencapai
puncaknya. Karena mereka menginginkan kekuatan remaja islam melemah. Tetapi
sebagian besar remaja islam seolah-olah menutup mata, telinga dan hati nurani
mereka dengan fenomena tersebut, remaja islam tidak sadar bahwa mereka telah
diperbudak oleh ‘tangan tersembunyi’ secara mental dan spiritual jika bukan
secara fisik. Terbukti dari gaya hidup remaja islam yang sudah menyimpang dari
apa yang telah disyari’atkan dalam Islam. Sebagian remaja islam sibuk dengan
dirinya sendiri tanpa memikirkan apalagi merealisasikan harapan para leluhur.
Jadi,seharusnya
kita menyadari adanya pertarungan yang nyata pada zaman ini, ada dua kekuatan
yang bertarung di dunia ini yaitu kekuatan ‘tangan tersembunyi’ dengan kekuatan
remaja islam. Siapakah ‘tangan tersembunyi’ tersebut ? Mereka adalah suatu kaum
yang pintar sekali berakting menjadi teman padahal sebenarnya mereka adalah
musuh para remaja islam. Mereka ingin menguasai seluruh bangsa dan dunia karena
mereka sebenarnya sangat takut akan potensi kekuatan remaja islam yang apabila
kuat akan menguasai dunia dan menjadikan seluruh bangsa sesuai dengan agama
Islam. Tapi pada zaman ini, era globalisasi ini, yang manakah menurut kalian
diantara dua kekuatan tersebut yang sedang naik ke puncak kemenangan dan siapa
yang perlahan turun menuju titik kegagalan ? Jawabannya terdapat dalam realita
sekarang ini.
0 komentar:
Posting Komentar